Apakah Anda
sering merasa pusing, gampang lelah, kedinginan, atau sulit bernapas? Hati-hati
karena gejala tersebut merupakan gejala
anemia. Kondisi tersebut terjadi saat sel darah merah, konsentrasi hemoglobin,
dan protein pada sel darah merah Anda rendah. Anemia bisa terjadi karena
kurangnya zat besi dalam tubuh. Berdasarkan sebuah penelitian menunjukan kurang
zat besi dalam darah dapat dikaitkan dengan tingginya risiko demensia –
penurunan fungsi otak yang berpengaruh pada cara berpikir dan berinteraksi.
Lalu bagaimana tips mencegah atau mengatasi anemia? yuk simak tips-tips seperti dibawah ini ..
1. Asupan makanan mengandung zat besi
Pastikan asupan
zat besi terpenuhi lewat makanan. Konsumsi makanan mengandung zat besi dapat
membantu mencegah anemia. Makanan ini misalnya daging dan kerang. Orang dapat
memilih daging merah seperti hati sapi serta keluarga kerang-kerangan seperti
kerang hijau atau udang. Selain daging dan kerang, sumber zat besi lain dapat
diperoleh dari kacang-kacangan, sayuran hijau seperti bayam dan kale.
2. Tingkatkan asupan vitamin C dan folat
Asupan makanan
yang mengandung zat besi perlu didukung dengan asupan vitamin C dan folat.
Keduanya membantu tubuh memaksimalkan penyerapan zat besi. Vitamin C bisa
didapat dari konsumsi paprika, kale, brokoli, jeruk, stroberi, nanas dan bayam.
Sedangkan folat bisa diperoleh lewat bahan pangan yang sama termasuk jeruk dan
sayuran hijau. Folat bisa pula ditemui pada pisang, roti dan sereal yang
difortifikasi.
3. Konsumsi makanan mengandung vitamin B12
Langkah
pencegahan anemia dapat dilakukan lewat konsumsi makanan yang mengandung
vitamin B12. Tak hanya mencegah anemia, vitamin B12 berfungsi untuk
memaksimalkan penyerapan zat besi seperti halnya vitamin C dan folat.
Orang dapat
mengonsumsi beberapa sumber pangan yang mengandung vitamin B12 antara lain,
ikan seperti salmon dan tuna, kerang-kerangan, telur, produk susu seperti keju
dan yogurt, sereal fortifikasi dan produk kedelai misalnya susu kedelai,
edamame dan tahu.
4. Tunda pemberian susu sapi untuk anak di bawah 1 tahun
William Sears
dan Martha Sears serta beberapa dokter pediatrik lewat situs Ask dr Sears
menyebut Committee on Nutrition of the American Academy of Pediatrics
merekomendasikan orang tua untuk menunda pemberian susu sapi untuk bayi.
Sebaiknya bayi diberi susu sapi saat usianya di atas satu tahun.
Ada dua alasan
yakni, kandungan zat besi dalam susu sapi rendah dan susu sapi dapat
menimbulkan iritasi pada usus sehingga berisiko terjadi pendarahan dan
hilangnya zat besi. Kombinasi kurangnya asupan zat besi membuat anak mengalami
anemia.
5. Kombinasi makanan dengan baik
Saran asupan
makanan yang diberikan tidak semata-mata dipilih salah satu kemudian dikonsumsi
secara berlebihan. Justru makanan dapat dikombinasikan demi memperoleh manfaat
maksimal. Contoh kombinasi makanan yang dapat diaplikasikan seperti, spageti
dengan daging plus saus tomat, daging dengan kentang, ayam didampingi brokoli,
lada dan tomat, buah segar plus kismis.
6. Memasak dengan alat berbahan besi
Tak ada salahnya
memasak dengan alat masak berbahan besi. Asam pada makanan yang dimasak dapat
mengikis zat besi pada alat masak. Salah satu bahan makanan yang asam, saus
tomat, jika dimasak pada wajan atau panci besi dapat membuat kandungan zat
besinya meningkat. Bahan makanan asam yang lain misalnya, cuka, anggur merah,
perasan lemon atau jeruk nipis juga dapat meningkatkan kandungan zat besi pada
makanan olahan jika dimasak dalam alat berbahan besi.
7. Buat roti dengan gandum yang kaya zat besi
Roti umumnya tak
banyak mengandung zat besi. Hal ini akibat penggunaan gandum yang rendah zat
besi. Gandum yang tinggi zat besi seperti amaranth yakni sekitar 8 miligram per
setengah cangkir dan quinoa sebanyak 9 miligram per setengah cangkir. Sedangkan
gandum yang rendah zat besi yakni barley, sekitar empat miligram zat besi per
setengah cangkir. Sebaiknya membuat roti atau memilih konsumsi roti dengan
campuran gandum yang tinggi zat besi.
8. Konsumsi Suplemen Alami
Suplemen alami memang sangat membantu untuk kesembuhan penyakit anemia, seperti mengkonsumsi suplemen alami Nutrilite B complex. Nutrilite B complex ini sangat membantu untuk penderita anemia. Nutrilite Natural B Complex aadalah suplemen vitamin B kompleks dari bahan alami. Terdiri dari 7 macam vitamin B (vit B1, B2, B3, B5, B6, B9, dan B12), membantu memenuhi kebutuhan Vitamin B tubuh Anda.
Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut silahkan hubungi :
Tlpn/wa : 0856.9281.9898
Trims

Tidak ada komentar:
Posting Komentar